"Energy Giver" Perspective

Better Giving Than Recieving

BUAH DARI PENGAMPUNAN


Buah Dari PengampunanMemilih untuk mengampuni seseorang tidak berarti bahwa Anda membenarkan tindakan orang tersebut. Hal ini diperlukan untuk melepaskan diri sendiri dari situasi di mana orang lain melakukan tindakan-tindakan yang merusak dan atau menyakiti Anda, juga untuk membantu orang yang menyakiti Anda untuk menyadari kesalahan dari tindakannya. Hanya Anda yang tahu tindakan-tindakan apa dari orang lain yang Anda bisa dan tidak bisa hidup dengan hal-hal tersebut. Pengampunan tidak berarti mengijinkan orang lain punya kesempatan untuk menyakiti Anda lagi.

Dalam pengampunan tidak berarti bahwa Anda tidak berhak untuk mencari dan mengusahakan sesuatu yang hilang dan atau rusak dari sebuah akibat tindakan orang lain. Jika seseorang menyakiti Anda, Anda memiliki hak secara hukum dan etika untuk menjadi utuh lagi (sama seperti sebelum terluka). Tetapi pada sisi yang lain, Anda juga bisa bersikap tidak menuntut apa-apa dari akibat perbuatan seseorang terhadap Anda. Saya merekomendasikan Anda melakukan sikap yang kedua. Karena itu membuat Anda jauh lebih tenang, dan bisa fokus kepada hal lain dalam hidup Anda.

Contohnya  Anda mengampuni seseorang yang menipu Anda dalam hal  keuangan. Menuntut seseorang untuk uang yang ia curi adalah contoh dari sebuah sikap mengusahakan sebuah ganti rugi, yang adalah hak Anda. Tetapi jangan sampai usaha Anda untuk mengusahakan ganti rugi itu termuat suatu niatan dengan sengaja untuk membuat orang yang bersangkutan menderita atau meminta sesuau nilai yang jauh lebih besar sebagai suatu ‘hukuman’ terhadap perbuatan orang tersebut kepada Anda. Adalah lebih bijak Anda merelakan uang yang sudah di curi itu sebagai bentuk ‘pemutusan hubungan’ batin Anda dengan masalah sakit hati itu, sehingga tidak ada sedikitpun hal yang dapat membuat Anda bisa terhubung lagi dengan peristiwa itu.

Dalam kasus yang tidak berhubungan dengan benda/barang, putuskan untuk mengampuni dan melupakan semua perbuatan dari orang yang telah melukai Anda. Berhenti untuk megingat-ingat lagi dan atau mempermasalahkannya terus menerus.

Pengampunan adalah Hadiah untuk diri Anda sendiri.  Dengan memilih untuk memaafkan-mengampuni, Anda mengambil kembali kekuatan pribadi yang dilucuti, hilang dan rusak ketika orang menyakiti Anda.  Anda tidak akan menjadi korban jika Anda menolak untuk menjadi korban dari sebuah tindakan yang melukai hati Anda. Dengan terus ‘menggenggam’ kemarahan dan sakit hati yang Anda alami memungkinkan karya asli dari perbuatan melukai hati Anda dari orang lain bertindak melawan Anda menjadi lebih lama tinggal dalam hidup Anda setelah perbuatan tersebut dilakukan.

Mengampuni orang yang menyakiti Anda adalah suatu deklarasi pernyataan bahwa Anda tidak lagi bersedia untuk mengizinkan orang tersebut untuk menyakiti Anda,  sikap bebas dari terluka dan juga suatu tindakan nyata membantu orang yang melukai Anda itu untuk menyadari kesalahannya sehingga dia sanggup untuk berubah menjadi lebih baik.

8 comments on “BUAH DARI PENGAMPUNAN

  1. Sahala
    10 March, 2011

    Secara tdk sengaja saya membaca tulisan ini. Awalnya saya mau cari gambar buah-buahan di google, lalu saya click gambar itu, ketemu tulisan ini.
    Pak Energy, anda sudah membantu saya utk bisa liat apa manfaat dari mengampuni, yg tadinya saya pikir gk ada manfaat apa-apa.

    Terima kasih Pak!

    Liked by 1 person

    • energygiver
      16 March, 2012

      Dalam hidup ini tidak ada yang kebetulan – semua yang terjadi karena ada tujuan nya. Saya senang dan bersyukur Anda dapat melihat manfaat dari mengampuni

      Like

  2. Alice Imelda
    14 March, 2012

    Bener banget, Bung. Melepaskan sebuah pengampunan buat orang yg udah menyakiti kita adalah seperti melepaskan sebuah tas ransel berbeban 10 kilo yg kita pikul dipunggung selama berbulan2. Rasanya sangat melegakan. Tidak mengampuni akan menyebabkan akar pahit yg mendatangkan sakit penyakit buat tubuh kita, tidak mengampuni juga akan menghambat berkat2 Tuhan dalam hidup kita. Forgiveness is not weakness, it’s a courtesy of the strong. Itu membuktikan bahwa kita adalah orang kuat yg sanggup mengampuni, melupakan apa yg ada dibelakang kita dan move on dengan hati yg bersih. Makasih buat sharingnya, Bung. GOD bless you always.🙂

    Liked by 1 person

    • energygiver
      14 March, 2012

      Makasih Ime sudah sharing dan memperkaya artikel ini. Kiranya orang yang baca komentar Ime bisa di bangun, di kuatkan, dapat clear view untuk berani dan segera ambil keputusan yang baik buat hidup mereka. Bless you too!

      Like

  3. erna
    15 March, 2012

    Mantepz!! Hidup ibarat suatu pilihan. Jika kita memilih utk bisa mengampuni maka tanpa kita sadari pengampunan tsb telah turun untuk kita sendiri. N kemudian anugerah damai sejahtera akan mengikuti kita sepanjang perjalanan hidup kita selama kita melakukan hal yg benar yaitu dlm mengampuni. tq n Gb!!

    Like

    • energygiver
      16 March, 2012

      Makasih Erna sudah berbagi – mempertegas tentang hasil yang baik dari sebuah pengampunan. Bless you!

      Liked by 1 person

  4. icha siregar
    15 March, 2012

    Dengan memaafkan siapapun ataupun yg pernah merugikan atau menyakiti diri kita, berarti kita mengijinkan diri kita sendiri untuk move forward. Selama anda masih menyimpan bara dendam atau marah di hati anda, maka anda tidak mengijinkan diri anda untuk BAHAGIA. Keep on fire brother Nano. JCLU always .. ^_^

    Like

    • energygiver
      16 March, 2012

      Makasih Icha sudah memperluas sudut pandang tentang maanfaat lain dari pengampunan – sebuah sikap berpikir visioner. Bless you too!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 10 March, 2011 by in Pengampunan.
%d bloggers like this: