"Energy Giver" Perspective

Better Giving Than Recieving

PEMIKIRAN LAIN TENTANG PENGELOLAAN BBM


Pemikiran lain tentang sikap pemerintah  dalam  hal bisnis  bbm  di Indonesia :

1. Pertamina memperoleh hasil penjualan BBM premium sebanyak 63 Milyar liter dengan harga Rp.4500,- yang hasilnya Rp. 283,5 Trilyun.

2. Pertamina harus impor dari Pasar Internasional Rp. 149,887 Trilyun.

3. Pertamina membeli dari Pemerintah Rp. 224,546 Trilyun.

4. Pertamina mengeluarkan uang untuk LRT 63 Milyar Liter @Rp.566,-=Rp.35,658 Triliun.

5. Jumlah pengeluaran Pertamina Rp. 410,091 trilyun.

6. Pertamina kekurangan uang, maka Pemerintah yang membayar kekurangan ini (di Indonesia pembayaran kekurangan ini di sebut “SUBSIDI”).

7. Kekurangan yang dibayar pemerintah (SUBSIDI) = Jumlah pengeluaran Pertamina dikurangi dengan hasil penjualan Pertamina BBM kebutuhan di Indonesia:
Rp.410,091 T – Rp.283,5 T=Rp.126,591 T

8. Tapi ingat, Pemerintah juga memperoleh hasil penjualan juga kepada Pertamina (karena Pertamina juga membeli dari pemerintah) sebesar Rp.224,546 Trilyun.

*Catatan Penting: hal inilah yang tidak pernah disampaikan oleh Pemerintah kepada masyarakat.

9. Maka kesimpulannya adalah pemerintah malah kelebihan uang, yaitu sebesar perolehan hasil penjualan ke pertamina – kekurangan yang dibayar Pemerintah (subsidi)= Rp. 224,546 T – Rp. 126,591 T = Rp. 97,955 Trilyun <== di manakah uang sebanyak itu??

Bagaimana pendapat Anda?

25 comments on “PEMIKIRAN LAIN TENTANG PENGELOLAAN BBM

  1. Jurnal Transformasi
    22 March, 2012

    Mereka pikir rakyat Indonesia seperti saya Pak, malas ngitung, malas mikir. Sepertinya emang begitu sebab tak banyak yang bicara kalau pemerintah sedang menipu rakyatnya kalau harga BBM akan dinaikan dan subsidinya dikurangi. ..

    Like

    • energygiver
      23 March, 2012

      Iya Bu. Mari kita berharap Pemerintah bisa dengan bijak mengambil keputusan untuk kepentingan masyarakat banyak

      Like

  2. ilham
    23 March, 2012

    Uangnya buat dihabiskan disetiap akhir tahun. Ngadain proyek yg budgednya HARUS habis, padahal gak terlalu dibutuhkan dan mendesak. Judulnya, pokoknya harus dipakai dananya…

    Like

    • energygiver
      24 March, 2012

      …seperti nya seperti itu Pak Ilham. Makasih sudah kasih komentar

      Like

  3. cuandi
    23 March, 2012

    Hitungan gila ini, pemerintah punya barang cuma2 yg bisa di jual ke pertamina senilai 224.5T hahaha, dr mana tuh dapet barangnya, apa ga pake modal sedot nya? Setelah minyak pemerintah dijual ke Pertamina, trus gimana dapet lagi minyak nya? Kaya sumur ya tinggal di buka kran aja? Ini yg bener2 membodohin masyarakat, buat masyarakat bingung, mending jgn posting yg ginian deh. Semua kandungan minyak di dalam bumi ini hrs dinilai, bukannya gratis, emangnya barangnya ga terbatas? Mau di jualin murah2 sekarang, gimana nasib anak cucu kita nanti kalo minyak nya habis.

    Like

    • energygiver
      24 March, 2012

      Begitu ya Pak Cuandi? Silahkan berbagi dengan kita disini hitungan yang benar menurut Bapak, supaya kita punya referensi berpikir dan informasi yang lain. Saya hanya sebatas menyampaikan pandangan Kwik Kian Gie dan Anggito Abimanyu. Tulisan ini bukan pandangan pribadi saya. Terima kasih

      Like

  4. Dicko
    24 March, 2012

    Dalam hitungan tersebut tidak ditulis berapa harga minyak dunia per barrel, trus berapa volume impor? Selalu tetap?

    Like

  5. indra silvermann
    24 March, 2012

    ‎​ººo(‧”’‧)oºº bgitu ya..tapi alangkah baiknya perhitungan analisis dr pakar ekonomi tsb menjadi bahan referensi bg wakil rakyat agar ketika eksekutif meminta persetujuan ke legislatif agar bisa ditolak usulan kenaikan BBM tsb
    Kasian rakyat wahai pemerintah, kalo pemerintah gk ♏α̲̅ǚ mendengar jerit rakyat, berarti hati nurani, akai sehat dan otak kalian sudah gk beres lagi..!

    Like

    • energygiver
      24 March, 2012

      Setuju Pak Indra. Tadi sore saya lihat di TVOne – Pemerintah (Menkeu) lagi rapat bahas dengan DPR, salah satunya tentang esensi dari pemikiran Kwik Kian Gie and Anggito Abimanyu di maksud. Banyak anggota dewan yang mempertanyakan Rp. 224 Trilyun itu…

      Like

  6. Faizal S. Gerong
    25 March, 2012

    Hehehe…kali ini dgn terpaksa saya katakan pak kwik dan anggito SALAH…boleh tanya saya dimana salahnya.tks

    Like

    • energygiver
      25 March, 2012

      Silahkan di share disini aja Pak Faizal, supaya kita semua bisa belajar🙂

      Like

  7. Gatot
    25 March, 2012

    Pak Cuandi kayak ndak pernah lihat berita aja, 224.5T itu sudah hasil murni, jadi ya sudah dikurangi seluruh biaya-biaya lain termasuk sedot. Hitungan Pak Kwik ini benar, akan tetapi menurut saya yang 224.5T itu khan digunakan untuk bangun infrastruktur,sekolah, beasiswa dll. jadi sudah menjadi bagian dari PNBP negara dari sektor MIGAS.

    Like

    • energygiver
      25 March, 2012

      Makasih Pak Gatot sudah membantu berikan penjelasan yang lebih detail dan mendasar

      Like

  8. natural_feeling
    25 March, 2012

    hoalah…naik gak naik terserah! terpenting skrng berpikir kreatif & inovatif, bgm spy berkelangsungan hidup yg lbih baik tnpa bergantung thd siapapun. Terlebih berguna utk bnyak orang #ibadah# Go ahead!

    Like

  9. energygiver
    25 March, 2012

    Setuju Pak kita harus keratif dan inovatif supaya bisa hidup lebih baik tanpa bergantung kepada siapapun. Tapi dengan membahas dan berpikir tentang rencana kenaikan BBM (dasar pemikiran, kebenaran dan dampak-dampak nya) adalah bagian dari keperdulian kita kepada rakyat, kepada sesama, juga bagian dari proses pembelajaran. Supaya kita tidak di bodohi, supaya kita punya kemandirian berpikir (=tidak bergantung terhadap siapapun)

    Like

  10. Faizal S. Gerong
    26 March, 2012

    coba teman2 perhatikan point no. 3 dan no. 8…
    Pertamina “membeli” dari pemerintah Rp. 224,546 Trilyun…karena itu kantong kiri pemerintah menyiapkan barang (crude oil) senilai itu. Kemudian setelah jadi BBM dihasilkan Rp. 283,5 Trilyun, tapi hasil penjualan itu lebih kecil dari pengeluaran pertamina yg Rp. 410,091 trilyun..malah pemerintah mengeluarkan uang Rp. 126,591 Triliun untuk nombokin pertamina…
    jadi waktu pertamina katanya “membeli” dari pemerintah itu uangnya cuma masuk kantong kanan…Maka seharusnya point no.9 kerugian pemerintah adalah Rp. 126,591 T…karena yg Rp. 224,546 T itu cuma pindah dari kantong kiri ke kantong kanan..
    di kantong kanan pemerintah sekarang tinggal Rp. 97,955 T…tadinya ada Rp. 224,546 T …piye to kok tombok terus jadi juragan…gimana rakyat bisa percaya sm pemerintah…
    jadi bukan kelebihan bung anggito…tapi tersisa…
    Tapi memang yg namanya pertamina “persero” itu secara bisnis bs dikatakan sdh bangkrut…tidak layak jalan karena besar pasak drpd tiang tp selama bertahun2 barang busuk ini ttp dipelihara…harusnya berikan sm anak bangsa yg bs membuat profit, bukan jd beban rakyat.

    Like

  11. energygiver
    26 March, 2012

    Makasih Pak Faizal untuk pencerahannya🙂 Pertamina perlu di likuidasi ya Pak? Hehehe…

    Like

  12. Faizal S. Gerong
    26 March, 2012

    Hahahaa…setuju sekali pak …tp sebaliknya saya tdk akan lari dan siap berdebat sama bu karen atau siapapun di pertamina ttg bagaimana membuat pertamina tidak minta subsidi kpd pemerintah…bukan somse pak ya tapi seandainya diperlukan.tks

    Like

    • energygiver
      26 March, 2012

      That’s good Pak! Saya suka dan hargai sikap kesatria Pak Faizal. Itu bukan ‘somse’ Pak, cuz lebih baik ‘pede’ dari pada minder khan Pak?🙂
      Oya, kalau ada waktu please don’t hesitate to drop me some line (correction, advice, input, other perspective) on my other article di blog ini ya Pak. Makasih…

      Like

  13. Faizal S. Gerong
    26 March, 2012

    Sama2 pak Cuandi…senang bisa kenal sama bapak.

    Like

    • energygiver
      26 March, 2012

      hehehe…saya bukan Pak Cuandi, saya Nano Apituley aka “energygiver” pemilik dan pengelola blog “energygiver”🙂

      Like

  14. Faizal S. Gerong
    26 March, 2012

    Maksud saya pak “energygiv”…maaf pak..hehe..:p

    Like

  15. muhyasir
    27 March, 2012

    Mantap analisanya pak anggito dan kwik.. Kemana yah duitnya? Di isep tuyul berdasi kaliii.. Salam kenal..

    Like

  16. wiwit
    30 March, 2012

    Tuntut transparansi atau turunkan SBY

    Like

  17. leon
    2 April, 2012

    Kalau begitu sebaiknya di ungkapkan di media massa … KORAN … TV … jelas dan terang benderang … rakyat juga punya alasan yg jelas untuk MENOLAK dan hrs MENERIMA kenaikan BBM … sebelumnya dan saat ini kan embusan info yg kurang akurat diterima oleh BANGSA ini … KITA INGIN jadi NEGARA yg maju teknologi dan ekonomiiiiiiii serta peradabannya … jika punya data share saja …

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 21 March, 2012 by in Opini.
%d bloggers like this: