"Energy Giver" Perspective

Better Giving Than Recieving

CINTA yang Tulus dan Tidak Lekang


True Love

Photo copyright My Modern Met

Cinta sejati itu setia menemani dan tak pernah meninggalkan. Seperti potret yang diambil oleh Ginger Unzueta tentang mertuanya bernama Pito.

Pito tadinya adalah seorang dokter, ia adalah sosok yang sangat mencintai keluarga, anak-anak dan punya misi hidup untuk membantu mereka yang sakit. Namun usia yang menginjak 79 tahun membuatnya mulai mengalami Alzheimer (Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan,[1] sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer juga dikatakan sebagai penyakit yang sinonim dengan orang tua – Wikipedia)

Photo copyright My Modern Met

Istri Kakek Pito setia merawatnya meski Kakek Pito telah lupa padanya | Photo copyright My Modern Met

Salah satu orang yang sabar merawatnya adalah istrinya. Wanita yang membuatnya jatuh cinta sejak pertama bertemu di rumah sakit itu, adalah wanita yang tangguh dan setia. Pito sebenarnya sudah tak terlalu mengingat istrinya sendiri, namun hal itu tak mengubah rasa cinta istrinya itu.

Kesetiaan istrinya tetap dihargai oleh Kakek Pito meski ia sudah tak ingat lagi | Photo copyright Dailymail.co.uk

Kesetiaan istrinya tetap dihargai oleh Kakek Pito meski ia sudah tak ingat lagi | Photo copyright Dailymail.co.uk

Melihat kesetiaan cinta yang dimiliki oleh kedua mertuanya itu, Ginger Unzuetta ingin mengabadikannya. Ia juga memotret senyum bahagia mertua lelakinya itu saat sedang tertawa lepas bersama anak-anaknya. Kakek Pito mungkin telah lupa banyak hal dalam hidupnya. Meski begitu ia tetaplah sosok yang penyayang dan anak cucunya tetap mencintainya dengan setia.

Suatu hari kita akan menjadi sosok yang menua dan pelupa. Sama seperti orang tua kita sekarang. Namun biasanya anak-anaknya yang jadi pelupa. Lupa bahwa orang tua tidak pernah meninggalkan mereka saat masih kanak-kanak sampai dewasa, lupa untuk memperhatikan – menghargai dan menghormati mereka. Apapun keadaan dan sikap anak-anak terhadap mereka.

Love and respect your parents. Love your family, because they are your really home…

“Hormatilah Ayahmu dan Ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 15 April, 2014 by in Cinta, Inspirasi, Kisah Nyata, Orang Tua, Renungan and tagged , , , , , , , , , , .
%d bloggers like this: