"Energy Giver" Perspective

Better Giving Than Recieving

Menghargai Hidup


 

Ketika GELAP, tersadar betapa berartinya TERANG.

Ketika KEKERINGAN, tersadar betapa berharganya AIR.

Ketika KEHILANGAN, tersadar betapa nyamannya MEMILIKI.

Ketika SAKIT, tersadar betapa nikmatnya SEHAT.

Ketika terjadi PERPISAHAN, tersadar betapa indahnya KEBERSAMAAN.

Ketika TERSAKITI, tersadar betapa pentingnya MENGASIHI dan MENGAMPUNI.

Ketika hak TERAMBIL, tersadar betapa baiknya MEMBERI

Ketika terjadi KEMATIAN, tersadar betapa sangat berharganya KEHIDUPAN.

Precious Life


Sayang, KESADARAN selalu datang terlambat…

Bukan kejadian yang membuat kita bahagia atau tidak. Kita harus memilih diantara keduanya.

Kemarin sudah selesai, sudah lewat, hari esok belum tiba, kita hanya punya 1 hari…yaitu HARI INI.

Jangan sesali ketidak- bahagiaan yang dialami di masa lalu, tetapi berusaha untuk ciptakan dan membangun kebahagiaan itu sekarang, agar kelak tidak menyesali ketidak-bahagiaan hari ini.

Banyak orang keliru melihat arti kebahagiaan.

Mereka pikir kebahagiaan itu isinya adalah mememiliki, mengambil dan dilayani.

Kebahagiaan adalah tentang memberi,  melayani dan melepaskan hak. Karena tidak ada yang hilang dari ke tiga hal itu. Justru ada upah yang baik dari memberi : menerima, melayani : dilayani, melepaskan : mendapatkan.

Syukuri yang telah dimiliki agar kebahagiaan selalu mengisi kehidupan. Jangan cari kesempurnaan, jangan terus hidup dengan kenangan masa lalu, tetapi usahakanlah menjaga dan merawat sebaik mungkin untuk semua yang masih ada dengan bijak dan penuh tanggungjawab.

Kita bisa saja kehilangan segalanya yang terbaik, yang tersayang, yang terindah, yang terbesar dari hidup kita…tapi sepanjang masih ada Tuhan dalam hidup kita, kita masih bisa hidup dan masih bisa menikmati semua hal yang baik dari kehidupan ini. Tetapi sebaliknya, sekalipun kita memiliki segalanya yang terbaik, yang tersayang, yang terbesar…tapi kalau Tuhan tidak ada dalam hidup kita, sebenarnya kita sudah kehilangan segalanya…

*Pengalaman hidup peristiwa kepergian adik terkasih – Almarhum Virgonty Hanrudo Apituley (2002), kepergian Papi terkasih – Almarhum Gustaaf Rudolf Apituley (2003), terbakarnya rumah di Ambon di era kerusuhan konflik di Maluku (2004), kepergian anak terkasih usia 3 bulan dalam kandungan (2013), kepergian Mami terkasih – Almarhumah Tantie Apituley (2014)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 5 September, 2014 by in Inspirasi, Kisah Nyata, Nilai Hidup, Renungan.
%d bloggers like this: