"Energy Giver" Perspective

Better Giving Than Recieving

Menguak Misteri Teki-teki Tentang Pria di Logo Sereal Quaker Oats #1


Quacker1

Sereal gandum yang sehat bagi jantung, itulah dagangan Quaker Oats. Bagi Anda yang pernah membelinya, tentu mengetahui gambar pria berbaju ala bangsawan tempo dulu di logo Quaker Oats. Persoalannya siapakah pria dalam logo tersebut?

Hingga saat ini, identitas pria dalam logo Quaker Oats masih menjadi misteri. Perusahaan sereal yang berdiri sejak 1901 itu dengan tegas mengatakan, pria itu bukan orang sungguhan juga bukan si pendirinya Henry Parsons Crowell.

Tapi faktanya, wajah pria dalam logo itu sangat mirip dengan pengikut sekte Quaker, William Penn.

Pakaian yang dikenakan pria dalam logo Quaker Oats ditengarai sama dengan busana Penn saat menyebarkan ajaran Quaker. Sekte Quaker sendiri didirikan George Fox yang mengaku bisa berbicara langsung dengan Tuhan tanpa perantara.

Namun dalam situsnya, perusahaan Quaker Oats menegaskan logo tersebut hanya merupakan lambang dari kejujuran dan kualitas yang tinggi dari produk sereal gandumnya.

Quacker2

Pendiri Quaker Oats saat kecil nyaris mati kena TBC

Henry Parsons Crowell lahir pada 1855 di Cleveland dari pasangan Anna dan Luther Crowwel. Ayahnya merupakan seorang pengusaha sepatu yang sukses yang kaya raya. Sementara sang ibu merupakan jemaat dan pelayan gereja yang taat.

Saat Crowell dan saudaranya mulai beranjak remaja, Luther khawatir kekayaannya akan mempengaruhi perilaku anak-anaknya di masa depan. Dia lalu menyuruh semua anaknya, termasuk Crowell, untuk menemukan nilai kehidupannya masing-masing.

Malang nasib Crowell, baru berusia sembilan tahun, sang ayah sudah meninggal dunia secara tragis kerena mengidap Tuberculosis (TBC) atau paru-paru basah. Penyakit yang menyerang sang ayah ternyata juga nyaris merenggut nyawa Crowell saat itu.

Dokter menyarankan Crowell untuk pindah rumah ke wilayah yang udaranya lebih segar di daerah Amerika Barat. Agar dia bisa bertahan hidup lebih lama, dia mengikuti sarang sang dokter. Tak heran, dia banyak menghabiskan masa mudanya untuk tinggal dan berpindah-pindah menunggangi kuda ke daerah Colorado, Wyoming, California dan Montana.

Quacker3

Tak pernah kuliah tapi jago berbisnis

Tanpa berbekal ilmu dari perguruan tinggi dan tanpa sempat belajar bisnis dari ayahnya, Crowell benar-benar hanya mengandalkan instingnya dalam berbisnis. Meski tak mendapat pengetahuan bisnis dari sang ayah, tapi nasehat-nasehat yang pernah didengarnya selalu menjadi pedoman hidupnya.

Setelah berpindah-pindah dia akhirnya membeli sebuah lahan perkebunan di Iowa. Namun sayang, tak lama setelah membeli perusahaan tersebut, badai tornado datang menghantam area perkebunannya.

Dia lalu mendapat tawaran untuk membeli lahan seluas 14 ribu hektare (ha), tapi karena tak punya uang dia lalu pulang ke kampung halamannya untuk meminta saran dari sang paman. Dia lalu diperkenalkan pada seorang bankir yang kemudian terkesan dengan rencana bisnisnya. Sang bankir lalu meminjamkan uang padanya.

Lahan luas yang telah dibelinya itu kemudian diubah menjadi peternakan dengan 300 kuda. Dia lalu memiliki gagasan yang sangat jenius untuk mengembangkan bisnis peternakannya tersebut. Kehebatan bisnisnya menjadi pembicaraan di tiga negara bagian. Keahliannya itu membuat pengusaha besar asal Minneapolis kagum dan membeli seluruh lahan bisnisnya dengan harga mahal.

Quacker4

Awal mula Quaker Oats Company

Pada 1880, Crowell divonis sembuh total dari penyakit TBC yang dideritanya sejak kecil. Di usianya yang masih 25 tahun itulah Crowell semakin antusias berkecimpung di dunia bisnis. Pamannya menyarankan dia untuk melirik pembelian Quaker Mill yang tengah goyah saat itu.

Pamannya memintah Crowell untuk melihat apa yang salah dari pengolahan pabrik sereal gandum yang telah berdiri dari 1877 itu. Dia lalu mulai meneliti perusahaan tersebut.

Saat itu, oat atau makanan sejenis gandum masih dianggap sebagai makanan kuda. Dia lalu memutar otak untuk mengolah gandum tersebut menjadi sereal khas saat sarapan. Setelah mendapat gagasan menarik, dia lalu memutuskan untuk membeli Quaker Mill pada 1881. Dia merekrut sejumlah orang untuk mengelola pabriknya sementara Crowell memfokuskan waktu dan energinya mencari pasar untuk gandum olahannya tersebut.

Setelah beroperasi selama 24 tahun, dia lalu mengganti Quaker Mill dengan mengesahkan Quaker Oats Company sebagai sebagai perusahaan sereal Amerika Serikat (AS) pada 1901.

(Masih ingin tahu lebih lanjut ceritanya? Ikuti terus lanjutan artikel ini…)

*Informasi artikel ini dari berbagai macam sumber selain dari http://bisnis.liputan6.com

“You can surmount the obstacles in your path if you are determined, courageous and hard-working. Never be fainthearted. Be resolute, but never bitter…. Permit no one to dissuade you from pursuing the goals you set for yourselves. Do not fear to pioneer, to venture down new paths of endeavor.” (Ralph J Bunche quotes)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: